Home > artikel > Pabrik Herbal Farmasi STIKES Halmahera Siap Beroperasi

Pabrik Herbal Farmasi STIKES Halmahera Siap Beroperasi


Ketua STIKES Halmahera, Arend L. Mapanawang beserta Karyawan Pabril Herbal (Foto : Donis Katengar)

HALUT- Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ( STIKES)  Halmahera mengembangkan sejumlah tumbuhan asal Halmahera (Golobe, Sayur Lilin, Boteme, Daun Pisang Cepatu) untuk dijadikan obat herbal.

Penemuan ini, bakal dijadikan industri herbal pertama di Provinsi Maluku Utara. Tak hanya itu,  peninjauan lokasi herbal di Desa Pitu Togala dari Balai POM yang di pimpin oleh Ibu Ama Tualeka, SKM dan Ibu Juanian, Apt, M.Kes. Minggu (11/06) pekan kemarin.

Ketua Yayasan Medika Mandiri, Dr. Arend L Mapanawang menyampaikan, tim Balai POM akhirnya melakukan visitasi ke lokasi pengembangan herbal, Herbalove Farmasi STIKES Halmahera.

“Setelah melengkapi beberapa hal teknis, maka rekom BPOM siap dikeluarkan untuk dioperasikan,” ujar Arend pria berambut putih ini kepada nusantaratimur.com di Kampus STIKES Halmahera, Senin (12/6/2017).

Kata Arend, untuk masyarakat Halut dan sekitarnya perlu berbangga, karena golobe yang selama ini hampir punah dari hutan Halmahera bisa di budidayakan kembali sebab gampang dan mudah di dapat. Apalagi pabrik juga sudah tersedia, tumbuhan ini (Golobe) masyarakat dapat membudidayakan sebagai kearifan lokal herbal Halmahera yang bakal mendunia.

“Selain golobe, kami juga kembangkan sayur lilin, boteme, daun pisang capatu dan tumbuhan lainnya,” ungkap Arend.

Menurutnya, setelah lebaran nanti STIKES Halmahera akan di undang ke Britosh Institute London untuk kerjasama riset produksi pertukaran dosen dan mahasiswa.

“Kami kembangkan herbal melalui farmasi STIKES Halmahera ini, siap mengangkat nama Halut dan Malut ke kancah nasional maupun internasional,” pungkas Arend. (Onis)